Indeks Kisah
Saat Allah Menjaga Titipan Hamba-Nya
Sebutlah namanya Udin, begitulah seorang montir tamatan SMK bernama lengkap Wahyudin ini biasa disapa atau dipanggil. Udin bekerja sebagai seorang montir di sebuah bengkel kecil yang terletak di daerah tengah kota, cukup jauh dari rumahnya yang berada di pinggir kota. Orangnya sederhana, bersahaja. Namun bagi teman-temannya, terutama teman di bengkel, Udin lebih dari sekedar sederhana dan bersahaja.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/category/muda/kisah-kisah/#ixzz1qz982BfF
Suami dan Hakim Yang Bijak
Ini adalah kisah nyata yang terjadi di salah satu kota di Kerajaan Arab Saudi yang ditulis berdasarkan penuturan pelakunya sendiri, sebut saja namanya Shabir. Kisah ini bermula ketika Shabir yang masih berstatus mahasiswa di fakultas hukum pada salah satu universitas ternama di Arab Saudi kembali ke rumahnya pada suatu hari. Ketika itu dia mendapati istrinya sedang melakukan perselingkuhan dengan seorang lelaki yang tidak dikenal.
2/3/2012 | 09 Rabbi al-Thanni 1433 H | Rubrik: Kisah | Belum ada komentar dan ada 13 reaksi
Kenapa Kendi itu Dibanting??
Setelah berkenalan dan berbincang-bincang, Inggris itu pamitan dan pergi. Namun alangkah terkejutnya dia ketika setelah beberapa meter ia meninggalkan orang, si petani itu memecahkan kendi itu. Prang… praaang… Kaget sekali orang Inggris itu, tapi tidak berani bertanya atau berkomentar. Kejadian itu mengusik pikirannya. Setelah berada di kota ia tanyakan kejadian itu kepada kawannya orang India. Sambil senyum kawannya menjawab.
23/2/2012 | 29 Rabbi al-Awwal 1433 H | Rubrik: Kisah | Ada 2 komentar dan ada 11 reaksi
Seindah Sahabat Mencintai Rasulullah: Detik Terakhir
Genderang perang sebentar lagi ditabuh. Badar tak lama lagi akan berkecamuk. Sang Rasul, bergegas menyiapkan pasukan kaum muslimin. Inspeksi pun dimulai. Sambil memegang sebuah anak panah, panglima kaum muslimin itu pun memeriksa pasukan, satu persatu. Tibalah beliau di hadapan Sawwad bin Ghazyah. Posisi tubuhnya agak melenceng dari barisan. Dia tidak berbaris rapi. “Luruskan barisanmu, wahai Sawwad!” Hardik Rasul sambil memecutkan anak panah di genggamannya ke perut Sawwad.
31/1/2012 | 07 Rabbi al-Awwal 1433 H | Rubrik: Kisah | Belum ada komentar dan ada 11 reaksi
Katanya Allah itu Ada, Mana Buktinya? Kenapa Tidak Bisa Kita Lihat?
Kisah ini termasuk kategori ‘Raddus-Syuhubuhat’ (jawaban atas tuduhan) tentang Islam. Musuh-musuh Islam selalu mencari-cari permasalahan dalam agama ini yang sulit dijawab oleh logika kita dan tujuannya agar kaum Muslimin ragu terhadap kebenaran agama mereka, terutama masalah aqidah.
29/12/2011 | 04 Safar 1433 H | Rubrik: Kisah | Ada 23 komentar dan ada 30 reaksi
Di Rumah Kami Ada Putri dari Surga
Bismillaahirrahmaanirrahim, di rumah kami ada seorang anak penghuni surga, demikian sahabatku menuturkan kisahnya, air mata kesedihan bergulir dari kedua belah matanya, sungguh hal itu membuat hatiku terenyuh. Sahabatku berkata, “Aku tidak menerima apa yang dikatakan oleh dokter anak. Sungguh aku menjadi lemas ketika anakku yang cantik divonis menderita kelainan fisik dan keterbelakangan mental.”
Ketampanan Hatinya Meluluhkan Hati Gadis Cantik Nan Kaya Raya
Kisah ini diambil dari rangkaian perjalanan sahabat saya yang mempunyai nama lengkap ‘Ibad Rahman’ (bukan nama sebenarnya) biasa disapa dengan Ibad, berasal dari Bekasi, Jawa Barat. Kita sama-sama menuntut ilmu di Mesir, dan tinggal di dalam satu Asrama Pelajar Azhar yang sama dekat kampus tercinta, hanya saja dia lebih dahulu daripada saya 1 tahun, saya ambil jurusan Ushuluddin, sedangkan Ibad lebih memilih syari’ah Islamiyah.
Pelajaran Amal Jama’i dari Seorang Penyair
Adalah Basyar ibn Burd (95 – 167 H = 714 – 784 M), seorang penyair di era Abbasiyah, dia telah memberi pelajaran beramal jama’i dengan sangat menarik. Dia berkata: Kalaulah setiap dosa yang dilakukan temanmu engkau cela, Niscaya engkau tidak akan mendapati seorang pun yang tidak akan engkau cela.
30/9/2011 | 02 Dhul-Qadah 1432 H | Rubrik: Kisah | Belum ada komentar dan ada 11 reaksi
Misteri Jodoh: Penantian Puluhan Tahun Seorang Gadis
“Gimana kabarnya Pak?” sapa Pak Daud. “Alhamdulillah baik. Bapak sendiri gimana?” balas Pak Yunus. “Alhamdulillah.. (terdiam sebentar). Ngomong-ngomong, masih sendirian aja nih Pak?” Pak Daud melempar pertanyaan gurauan yang selama ini sering diajukannya. Pak Yunus hanya tersenyum seperti biasanya jika ditanya hal itu.
15/9/2011 | 16 Shawwal 1432 H | Rubrik: Kisah | Ada 19 komentar dan ada 24 reaksi
Aku Bukanlah Aku
Kisah ini bermula dari wafatnya nenekku, ibu dari ayahku. Ia sesungguhnya wanita yang baik kepada keluarga, banyak yang menyaksikan hal ini, dan Allah menjadi saksi atas apa yang aku ucapkan. Ketika nenekku berbaring sakit pada detik-detik terakhir kehidupannya, ia menolak siapapun yang duduk di sampingnya -termasuk anak-anaknya-, kecuali ibuku. Padahal ibuku penganut Nasrani. Dia duduk di dekat nenekku seraya memegang tangannya, ibuku tidak diterima oleh keluarga bapakku karena ia non muslim.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/category/muda/kisah-kisah/#ixzz1qz9HI8QX
Tidak ada komentar:
Posting Komentar